Podcast Investigasi vs Jurnalistik Formal: Telaah Kode Etik dan Tanggung Jawab Deddy Corbuzier
Ilustrasi liputan eksklusif Podcast Investigasi vs Jurnalistik Formal: Telaah Kode Etik dan Tanggung Jawab Deddy Corbuzier.
Keberadaan siniar Close The Door milik Deddy Corbuzier kerap kali menjadi rujukan utama publik dalam mengikuti perkembangan kasus hukum dan sosial nasional. Namun status siniar sebagai platform over-the-top (OTT) yang tidak terikat secara otomatis pada Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers memicu perdebatan mengenai akuntabilitas klarifikasi dan perlindungan asas praduga tak bersalah.
Tabel Forensik: Perbandingan Yurisdiksi Media Siber vs Siniar Digital
| Parameter Regulasi | Media Jurnalistik Resmi (Dewan Pers) | Kanal Siniar YouTube Independen |
|---|---|---|
| Kewajiban Hak Jawab | Wajib dimuat dalam 1x24 jam atau sanksi denda perdata | Berdasarkan kebijakan diskresi pembawa acara |
| Penyelesaian Sengketa | Melalui mekanisme mediasi Dewan Pers (Lex Specialis) | Dapat langsung diproses melalui KUHP / UU ITE |
Hak Jawab & Klarifikasi Resmi
Deddy Corbuzier dalam berbagai kesempatan menegaskan saluran siniarnya berfungsi sebagai wadah perbincangan terbuka dan selalu memberikan kesempatan berimbang kepada semua pihak yang bersengketa untuk menyampaikan klarifikasinya.
PEDOMAN REDAKSI
NgeGhibah memisahkan antara fakta digital terverifikasi dan rumor opini. Setiap klaim diuji melalui timeline dan jejak forensik media siber.
Pelajari Metodologi Fact-Check →